Permasalahan Pekerjaan Beton di Lapangan

Permasalahan pekerjaan beton di lapangan kerap kali terjadi walaupun pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia terus berkembang pesat. Namun, pekerjaan tersebut belum di imbangi dengan peningkatan kualitas pelaksanaan khususnya dalam pekerjaan pembetonan.

Banyak temuan mengenai permasalahan-permasalahan pekerjaan beton di lapangan. Diantaranya seperti drop nya mutu beton yang telah dilakukan pengecoran dan buruknya kualitas beton terpasang. Di lapangan banyak sekali temuan seperti honey comb, permukaan yang jelek, keretakan, cold join dan lain-lain.

Dalam artikel ini menyajikan pembahasan mengenai permasalahan yang sering kita jumpai di lapangan pada pekerjaan konstruksi beton. Penyebab dari permasalahan tersebut akan di identifikasikan sehingga dapat di lakukan pencegahan-pencegahan yang di rekomendasikan.

Berbagai Permasalahan Pekerjaan Beton di Lapangan

Baik buruknya pekerjaan pembetonan dapat di ukur dari kualitas konstruksi yang di hasilkan. Ada banyak masalah di temukan pada saat cetakan beton di buka permukaan beton memperlihatkan tanda seperti keropos. Banyak pula di temukan bentuk-bentuk ketidak sempurnaan lain nya.

Adapun permasalahan-permasalahan pekerjaan beton di lapangan adalah sebagai berikut.

Honey Comb

Honey comb/voids adalah suatu retakan beton atau lubang pada permukaan beton yang menyerupai sarang lebah. hal ini sering terjadi saat gagal mengisi bekisting. Keropos atau honey comb juga dapat di sebabkan karena terlalu rapatnya spasi antar tulangan beton.

Baca Juga : Masalah Pengecoran Beton

Segregasi

Contoh yang sering terjadi mengenai permasalahan segregasi yang dapat terjadi akibat adonan beton mengandung air yang berlebih. Dengan demikian beton menjadi kurang kohesif (memiliki konsistensi yang rendah). Fenomena segregasi akan berakibat pada tingginya variasi mutu beton sampel core drill atau disebut juga dengan kuat tekan aktual. Selain itu berat jenis sampel core drill yang dihasilkan cenderung lebih bervariasi.

Bleeding

Fenomena lain pada elemen pelat adalah bleeding yang merupakan bentuk segregasi yang umum terjadi. Hal ini disebabkan oleh naiknya air ke permukaan dan di iringi dengan penurunan bahan material beton yang berat jenis nya besar.

Dalam hal ini adalah agregat kasar. Dengan naiknya air ke permukaan, tentu saja dapat menyebabkan rendahnya kuat tekan beton di permukaan. Dalam jangka panjang fenomena bleeding ini tidak mampu menahan dan menyebabkan abrasi pada permukaan beton yang di hasilkan. Sehingga mortar beton akan mudah tergerus oleh kendaraan yang melintas di permukaan.

Kandungan air yang berlebih dalam campuran beton dapat menyebabkan retak susut. Dalam hal ini retak susut memiliki pola yang tidak beraturan dan sudah mulai terbentuk saat beton masih plastis.

Pembetonan di lapangan memang kerap kali di dapati temuan-temuan yang menjadi masalah utama dalam pekerjaan beton. Dengan keteliatian dan mengikuti standar pembetonan, di harapkan dapat menjadi solusi pencegahan agar hasil beton yang dihasilkan sesuai dengan standar dan juga tahan lama.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai permasalahan pekerjaan beton di lapangan.  Semoga informasi ini bermanfaat.

Call Now Button
error: Content is protected !!
Nego Disini