Cara pengujian beton dan Uji Kuat Beton, Berikut Penjelasan Singkatnya

Agar bangunan kuat dan tahan lama, maka perlu melakukan pengujian atau tes terhadap material penunjang bangunan. Salah satunya adalah beton. Cara pengujian beton ini bisa dilakukan dengan beberapa teknik, nanti akan kita bahas selanjutnya.

Beton merupakan material bangunan yang umumnya digunakan dalam pembuatan balok, kolom, lapisan bawah lantai, atau bisa juga untuk dinding-dinding tertentu saja. Masing-masing beton pun punya kualitas yang berbeda, bergantung pada bahan campuran apa saja yang digunakan untuk mencetak si beton.

Setiap bahan campuran tentunya mempunyai kualitas dan kekuatan yang berbeda pula. Seperti halnya tulang manusia, beton ini mempunyai kerangka yang terbentuk dari besi atau bahan-bahan sejenis besi lainnya.

Beberapa Tata Cara Pengujian Beton

Pengujian beton adalah hal terpenting dalam membangun sebuah bangunan, baik hanya bangunan kecil maupun bangungan yang besar. Pengetesan ini tentunya memiliki tujuan tersendiri, yakni memastikan jika bangunan itu benar-benar berpower dalam menahan beban-beban di atasnya.

Baca Juga : Proses Pembangunan Jalan Beton

Langsung saja kita masuk ke pembahasan cara pengetesan dan pengujian beton berikut ini.

Tes Uji Kuat Tekan

Tes ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan maksimum yang bisa ditampung oleh beton hingga beton mendapati kehancurannya. Berikut tahapan dalam melakukan tes uji kuat tekan ini :

  1. Siapkan silinder berukuran tinggi 30 cm dengan diameter 15 cm. Letakan silinder di atas baja yang sudah dibersihkan. Beri pelumas secukupnya pada bagian dalam sehingga bisa mempermudah pelepasan beton. Silinder ini fungsinya untuk mencetak beton.
  2. Masukan adonan beton yang nanti akan digunakan pada bangunan ke dalam cetakan dengan membagi menjadi tiga lapisan yang sama.
  3. Lakukan penusukkan sebanyak 25 kali di masing-masing lapisan.
  4. Ratakan bagian atas, dan beri tanda yang menginfokan tentang tanggal dan waktu pembuatan beton.
  5. Biarkan adukan selama 24 jam, kemudian rendam air selama kurun waktu tertentu lalu bawalah ke laboratorium guna melakukan pengujian.
  6. Gunakan mesin kompresor yang telah dikalibrasi untuk melakukan tes uji. Mesin ini akan memberi tekanan pada beton.
  7. Lakukan pengetesan di hari yang berbeda dan catat hasilnya.

Slump Test

Slump test merupakan cara pengujian beton yang berfungsi untuk mengetahui kadar air dalam beton. Tes ini penunjang untuk tahu kualitas beton. Berikut langkah pengujiannya menggunakan kerucut abram.

  1. Persiapkan semua alat uji berdiameter bawah 20 cm, diameter atas 10 cm, serta tinggi 30 cm. Nantinya alat ini berguna sebagai penyokong.
  2. Kerucut abram kemudian diletakkan di bidang yang datar dan tidak meresap air.
  3. Campur rata adonan beton, lalu masukkan ke dalam kerucut dengan penekanan yang kuat pada penyokong-penyokongnya.
  4. Masukan beton ke dalam 3 lapisan sama tebal lalu lakukan penusukkan hingga 25 kali. Lakukan penusukkan dengan tongkat baja dengan ujung yang bulat, panjang 600 mm dan berdiameter 16 mm, sehingga hasil beton di dalam kerucut bisa lebih padat.
  5. Bersihkan adonan yang berserakan di sekitar kerucut, lalu ratakan permukaanya dengan menarik kerucut perlahan secara vertikal.
  6. Buka dan ukurlah penurunan puncak kerucut dari tinggi semula.
  7. Hasil uji slump ini merupakan hasil uji kekentalan (kadar air) dalam beton. Apabila hasil tidak memenuhi kriteria, maka beton tidak bisa digunakan pada bangunan.

Uji Core Drill

Cara pengujian beton ini dilakukan dengan mengambil sampel dari beton yang telah dicetak, menggunakan alat core drill. Saat melakukan pengujian ini tidak boleh sampai merusak struktur beton. Nantinya sampel beton akan melewati pengujian crushing test di laboratorium.

Uji core drill ini mempunyai hasil akurat, sebab sampel beton yang diuji sudah menjadi bangunan. Namun, resikonya cukup tinggi. Apabila pengambilan sampel terlalu dalam bisa berimbas pada tulangan beton sehingga struktur beton ada dalam bahaya.

Hammer Test

Merupakan pengujian dengan cara menguji beton yang sudah dicetak. Fungsinya untuk mengetahui kekuatan dan tegangan karakteristik beton. Pengetesan ini dilakukan dengan alat hammer di bagian bangunan seperti balok, kolom, maupun plat lantai.

Pertama, pastikan jika permukaan bagian bangunan yang akan melewati pengetesan mempunyai permukaan yang datar. Apabila belum rata, ratakan dulu dengan gerinda, sehingga bisa menambah tingkat akurasi pengujian.

Setelah itu, mulai lakukan pengujian, biasanya mencapai 20 titik. Analisa hasil dengan standar deviasi sehingga bisa tahu kualitas beton.

Tata cara pengujian beton di atas bisa Anda terapkan sehingga tahu seberapa kelayakan beton untuk sebuah bangunan akan kokoh dan tahan lama jika material penunjangnya memiliki kualitas dewa. Itulah mengapa tes dan pengujian bahan bangunan ini sangat penting dilakukan.

Call Now Button
error: Content is protected !!
Nego Disini